Tiga Metode Pencegahan Alergi Pada Anak, Begini Penjelasannya

Tiga Metode Pencegahan Alergi Pada Anak, Begini Penjelasannya

Alergi adalah reaksi tubuh yang terlalu sensitif terhadap bahan tertentu sehingga dapat timbul gejala yang tidak mengenakkan. Seseorang dapat mengalami kesakitan sehingga terhambat dalam berbagai aktivitas penting. Maka, tetaplah tidak bisa alergi dianggap sebagai hal biasa dan sepele. Ada beberapa cara pencegahan alergi pada anak yang dapat Anda lakukan agar tidak terjadi alergi.

Alergi merupakan salah satu proses inflamasi yang dapat terjadi secara cepat atau lambat. Aksi ini dapat dipicu oleh faktor genetika, kontrol internal, maupun lingkungan. Komponen yang berperan dalam peradangan (inflamasi) adalah sel mast, makrofag, leukosit yang berupa limfosit, basofil, dan eosinofil serta IgE, sitokin dan kemokin.

Pelepasan zat sebab adanya inflamasi selalu memiliki target organ sehingga fungsi kerja organ dapat terganggu. Apabila yang menjadi target adalah organ-organ yang tidak terlalu memainkan peran penting misalnya kulit timbul biduran atau diare di saluran pencernaan atau bisa juga batuk dan bersin pada saluran pernapasan mungkin tidak terlalu fatal. Akan tetapi, jika yang dituju adalah organ otak sebagai pusat sistem organ dalam tubuh, maka hal ini bisa mengganggu fungsi kerja organ tubuh secara luas. Namun, apabila yang terganggu adalah bagian medulla oblongata dan pons varolli, maka bisa jadi organ pernapasan akan terganggu secara keseluruhan. Jika dibiarkan dapat menyebabkan kematian karena paru-paru berperan utama dalam pengambilan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida.

Metode Pencegahan Alergi

Umumnya alergi banyak disebabkan oleh makanan, berikut adalah pencegahan alergi akibat makanan.

  • Pencegahan primer

Tujuan pencegahan ini adalah agar sensitisasi imunologi akibat makanan terhambat sehingga tidak terbentuk Ig E. Pencegahan ini dapat dilakukan waktu kehamilan dengan mencermati makanan yang Ibu makan. Lalu mengaitkannya dengan gejala yang ditimbulkan misalnya bayi menendang-nendang atau gejala lainnya.

  • Pencegahan sekunder

Metode pencegahan kedua ini dilakukan agar tidak terjadi kemunculan penyakit akibat sentisisasi. Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan mengetes serum darah, darah kulit, darah tali pusat pada bayi. Hal ini dilakukan karena pada darah terdapat IgE spesifik. Tindakan pencegahan alergi pada anak dengan metode pencegahan sekunder akan optimal pada usia anak 0 sampai 3 tahun.

  • Pencegahan tersier

Metode pencegahan alergi yang terakhir ini dilakukan untuk menghindari dampak kelanjutan setelah alergi timbul. Perlakuan ini diterapkan pada anak yang mengalami sensitisasi dan penyakit awal yang gejalanya masih ringan. Tindakan ini tepat dilakukan antara usia 6 bulan sampai 4 tahun.

Demikian metode pencegahan alergi dari sisi klinik. Pencegahan alergi pada anak mungkin ada banyak metode yang dipaparkan para ahli. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian metode dengan kondisi atau gejala Anak Anda. Untuk hasil yang lebih baik, kenali dan pahami sejak dini agar tidak berdampak serius di waktu dewasa.

Deskripsi : pencegahan alergi pada anak hendaknya kondisikan sesuai keadaan Anak dan yang pastinya mudah untuk anda lakukan.