Air Zamzam Panjalu, Air Danau Situ Lengkong yang Membawa Berkah

Air Zamzam Panjalu, Air Danau Situ Lengkong yang Membawa Berkah

Situ Lengkong memang memiliki berbagai macam hal, yang menarik untuk dibahas. Mulai dari sejarahnya, hingga misteri yang terkandung dibalik peninggalan sejarah. Setiap masyarakat yang mengunjungi tempat ini, sebagian besar akan breziarah ke makam Prabu Harian Kencana, anak Raja Panjalu.

Di tempat ini pun peziarah dapat meminum air danau yang dipercaya sebagai air Zamzam Panjalu, karena khasiat yang terkandung di dalamnya.

Situ Lengkong Semakin Populer

Situ Lengkong berada di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis , Jawa Barat. Tempat bersejarah ini, kini semakin dijadikan sebagai wisata religi, karena banyaknya wisatawan yang datang untuk berziarah. Kepopuleran dari tempat ini tidak lepas dari peran sang mantan presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gusdur.

Gusdur pernah datang dan berziarah di tempat ini, pada tahun 2000 silam. Dari kedatangan Gusdur tersebut, seolah memperkenalkan Situ Lengkong kepada masyarakat. Hingga saat ini pun, tidak sedikit wisatawan yang berasal dari berbagai daerah datang untuk sekedar berziarah atau menikmati air Zamzam Panjalu.

Yang menjadi keunikan dari Situ Lengkong adalah, masyarakat yang datang dengan tujuan utama wisata religi tentu ingin mengunjungi makam Prabu Hariang. Sedangkan makam dari Prabu Hariang berada di pulau kecil atau pulau yang bernama Nusa, pulau ini berada di tengah-tengah danau Situ Lengkong.

Selain makam sangat Prabu Hariang, wisatawan yang datang berkunjung juga dapat menikmati segarnya air yang diambil dari danau Situ Lengkong. Pada tempat ini, terdapat sebuah penampungan air yang berisi air dari danau yang telah disuling. Pada wisatawan pun menyebutnya dengan air Zamzam Panjalu.

Sejarah Awal Mula Kepercayaan Air Zamzam di Panjalu

Seperti dilansir harapanrakyat.com, juru kunci dari Situ Lengkong, mengatakan, Raja Panjalu yang bernama Borosngowa ini memiliki kesaktian yang luar biasa. Bahkan ia sering menantang para jawa untuk ditaklukkan, hal itulah yang membuat kerajaan Panjalu cukup disegani pada masanya. Setelah Borosngora berkenal ke tanah Jazirah Arab, ia bertemu dengan Sayyida Ali Bin Abu Thalib.

Setelah pertemuan tersebut, terciptalah pertarungan diantara keduanya. Pertarungan diakhiri dengan kekalangan Borosngowa, serta pengakuan Raja Panjalu akan kehebatan Sayyidina Ali. Kemudian Borosngowa menjadi murid dari Sayyidina Ali, sekaligus memeluk agama Islam. Nama Raja Panjalu tersebut pun, berubah menjadi Syeh Abdul Iman.

Ketika dirasa cukup dengan seluruh ilmu yang diberikan oleh Sayyidina Ali, Adbul Iman memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya. Ketika berpamitan pulang, Sayyidina Ali pun menciduk air Zamzam dan menyerahkannya kepada Raja Panjalu. Setelah tiba di Panjalu, Maka Raja tersebut melempar gayung berisi air Zamzam ke sebuah lembah yang bernama Pasir Jambu.

Ketika dilempar, area yang awalnya berupa lembah berubah dalam sekejap menjadi danau. Danau itulah yang disebut dengan Situ Lenkong Panjalu. Dari cerita tersebut, tak heran jika banyak masyarakat yang memercayai bahwa, danau Lengkong memiliki khasiat yang sama seperti air Zamzam di Mekkah. Tak heran, banyak yang menyebutnya menjadi air zamzam Panjalu.

Air ZamZam Ala Panjalu

Air yang berasal dari danau Lengkong ini, dipercaya membawa berkah, sehingga sangat diburu oleh masyarkat baik dalam maupun luar kota. Air ini pun menjadi ikon, atau ciri khas dari wisata ziarah Situ Panjalu. Banyak wisatawan yang rela datang dari tempat jauh, untuk meminum air zamzam di kawasan Panjalu ini.

Melihat cerita yang beredar bahwa air danau Panjalu memberikan banyak khasiat kepada siapapun yang meminumnya, membuat pada pengunjung berbondong-bondong membawa tempat sendiri. Umumnya pengunjung akan mengisi botol air mereka, dengan menggunakan air dari hasil sulingan danau Panjalu untuk dibawa pulang ke rumah.

Para peziarah memercayai bahwa air tersebut mengandung air Zamzam, yaitu air yang berasal dari tanah suci Mekkah. Melihat khasiat serta berkah tersebut, air ini pun terkenal dengan sebutan air Zamzam Panjalu. Keyakinan ini berawal dari cerita Raja Panjalu, yang dikisahkan telah memeluk agama Islam pada abad ke 7 setelah pergi ke tanah suci Mekkah.

Dari banyaknya tempat wisata di Ciamis, Situ Lengkong adalah salah satu destinasi yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Banyak wisatawan yang datang berkunjung untuk sekedar berziarah, atau menikmati air yang dipercaya sebagai air zamzam. Meskipun begitu air zamzam tersebut hanyalah sebuah perantara, sebuah keberkahan tentu dikembalikan lagi kepada manusia masing-masing.